
Malam Penghargaan 2026
“Untuk tim yang bangun lebih pagi dari saya.”
Outlet ke-20,
usia 26.
Toyota GR86 hitam. Hadiah untuk diri sendiri setelah outlet ke-20 buka.

“Kerja keras boleh. Lupa menikmati, jangan.”
Tujuh tahun lalu, Raka menjual kopi dari satu gerobak di pinggir jalan. Modalnya tabungan dan satu mesin espresso bekas.
Bukan keberuntungan. Kopi yang konsisten, tim yang dipercaya, dan bangun jam empat pagi setiap hari.
42
outlet Kopi Ruang di 9 kota
600+
karyawan, kebanyakan di bawah 30 tahun
7
tahun sejak gerobak pertama
Dan dia tidak naik sendirian.




“Waktu satu-satunya yang tidak bisa dibeli ulang.”
Koleksi kecil di satu meja. Bukan soal barangnya. Pengingat bahwa waktunya sekarang miliknya sendiri.
“Ide terbaik datang dari kedai kopi di kota lain.”


Hokkaido di musim dingin. Belajar sabar dari barista Jepang.


Barcelona, lalu Valencia. Kopi pagi di gang batu.


Toledo, lalu Budapest. Kafe tua yang bertahan ratusan tahun.


Cappadocia. Mimpi sejak masih jaga gerobak.


Musim panas di Busan, lalu Tembok Besar.


Salah satu kota kopi terbaik dunia. Pulang bawa banyak catatan.

“Untuk tim yang bangun lebih pagi dari saya.”

“Outlet ke-50 dimulai dari kebiasaan kecil hari ini.”

“Konsistensi mengalahkan bakat.”
1.200 anak muda sudah ikut kelas barista gratis. “Dulu saya belajar dari YouTube dan mesin bekas. Mereka layak dapat awal yang lebih baik.”
Berikutnya: 5.000 lulusan di 2030.
Mereka mulai sebagai barista. Sekarang memimpin outlet sendiri.

Dulu: barista shift pagi di gerobak kedua.
Sekarang mitra pemilik 3 outlet di Bandung.
“Mas Raka ngajarin hitung HPP sebelum ngajarin latte art.”

Dulu: kasir paruh waktu sambil kuliah.
Sekarang kepala area, 6 outlet di Yogyakarta.
“Dikasih kepercayaan dulu, jabatan menyusul.”

Dulu: angkatan pertama kelas barista gratis.
Sekarang mengelola outlet sendiri di Malang.
“Semua mulai dari satu cangkir yang dibikin benar.”
Kami mencari mitra yang mau turun langsung di outletnya.
Jadi mitra Kopi Ruang